Berita >> Kesehatan >> Orang Tua & Anak
|
|
Anak-anak Pilih Yang Dewasa
BERITA - ourkami.wordpress.com -
Lho?ada acara award? tapi kok yang nonton anak-anak semua? ooooitu lho acara the kids choice di salah satu stasiun tv swasta. Nonton ah
Lho? kok yang terpilih Dude Herlino (sebagai aktor terbaik), Daniel Vj Mtv (sebagai presenter terbaik), Afgan(sebagai penyanyi terbaik)?? kok orang dewasa semua yang dipilih..?? bukannya pilihan anak-anak? kenapa bukan artis anak-anak yang dapat award-nya?Hmmmjadi begini, setelah saya tonton dan perhatikan, the kids choice yang dimaksud bukan anak-anak memilih artis/film/musik anak-anak juga, tetapi mereka (anak-anak) memilih artis mana saja yang mereka sukai.
Dalam pikiran saya beginibagaimana anak-anak dapat memilih mereka? sedangkan yang menjadi nominasi adalah artis-artis dewasa? jangan-jangan anak-anak juga menonton sinetron/film yang mereka bintangintaukan, film/sinetron yang artis dewasa bintangin akhir-akhir ini bukan film/sinetron level anak-anak tapi untuk level dewasa dengan tema cinta yang kadang-kadang ada adegan k. i .s .s, kadang-kadang adegan diatas ranjang (lagi nyuci kali ya diranjang), atauperjuangan cinta yang ada tipu muslihatnya, kawin larinya ataukekerasan hidup yang ada tipu muslihatnya, tampar-tamparannya, bunuh-bunuhan, kabur-kaburanAnak-anak mungkin tidak mengerti tapi adegan itu akan terekam dalam memorinya mereka dan akhirnya mereka tidak berprilaku sebagaimana anak-anak. Banyakkan anak SD jaman sekarang yang udah ngerti pacaran, cinta, bahkan meniru bahasa yang ada di film/sinetron.
Kisah saya, waktu itu teman kantor saya datang membawa anaknya yang masih SD (kira-kira kelas 4 SD). Anaknya aktif, kita sebut sang anak dengan A. Suatu hari A bercerita pada saya kalau dia suka sama om (salah satu kariawan dikantorku juga yang umurnya kira-kira 20 tahunan) kita sebut saja om B.
Katanyasoalnya om B ganteng, cakep dan putihLaluom B pacarkuKemudianada si anu yang suka ma aku tapi aku gak mau soalnya dia gendut.Terus.enak aja!!pacarku banyaktapi aku gak suka abis mereka kekanak-kanakkan
Walahwalah.Ada lagi, anak tetangga. Anaknya aktif juga dan cerdas (baru playgroup). Suatu hari dia digodain sama ibu-ibu (ditanya macem-macem gitu)Katanya.udahudahudahdieeemmmmjangan berisik, aku lagi pusing nihSambungnyaya mikirin pacarku yang banyak.ckhu uhpusing(sambil melipat tangannya dan duduk selonjoran berpangku kaki)
WaduhwaduhBukan salah anak-anak juga kalau sampai mereka seperti ini gara-gara belajar dari sinetron dewasa. Coba diingat-ingat apakah masih ada film anak-anak yang benar-benar untuk anak-anak? seperti: Pertualangan Serina, Laskar Pelangi, Denias.(tolong titik-titik ini diisi saya gak bisa mengingat yang lain ^^). Film anak-anak terakhir yang saya ingat adalah sinetron Candy, kalau dari skenario aslinya yang saya tahu dari komik Candy Candy ceritanya bukan untuk level anak-anak hanya saja disinetron ini diperankan oleh anak-anak. Lalu sinetron Cinta SMU yang ada si kecil imut-imut Baim tapi ceritanya keluar dari alur cerita awal dan tidak masuk akal jadi saya pikir ini juga bukan untuk anak-anak tonton, terus ada Du Bidu Bidu yang ada si gadis kecil cantik rambut kriting tapiceritanya juga tidak masuk akal, kemudian terakhir ada Faiz dan Faidzah.
Masanya saya masih lebih baik. Ada si ngegemesin Tasya (penyanyi), masih bisa menikmati Sherina kecil (penyanyi dan bintang), Papa T. Bob (pencipta lagu & penyanyi), Susan & Ria Enest, ada film si Unyil, Lenong Bocah, dll (hayoodari idola yang saya sebutin bisa tebak di jaman apa saya lahir huhehehe^^)
Mungkin, tidak dibuatnya film untuk anak-anak karena dirasa kurang diminati dan kurang komersil. Kasian anak-anak, mereka jadi tidak punya hiburan lain dilayar tv-nya. Kasian anak-anak mereka tidak punya lagu khusus anak-anak sehingga mereka harus menyanyikan lagu orang dewasa. Kasian anak-anak, mereka jadi tidak punya artis idola..(upstapi sekarang ada Idola Cilik lumayanlah)Save the children Lihat Sumbernya
dipopulerkan
34 hari 22 jam lalu
|
Artikel yang direkomendasikan >>
Artikel Terkait (by tag / keyword)
|
|
|
|
Top Article - Orang Tua & Anak | |
|
|
|
|
|
|